Prinsip-Prinsip Belajar dan Pembelajaran
Prinsip-Prinsip Belajar dan Pembelajaran
· Pengertian prinsip-prinsip belajar
dan pembelajaran
prinsip-prinsip
belajar dan pembelajaran pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Dalam
KBBI Pengertian prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran adalah asas kebenaran
yang menjadi pokok dasar berpikir,
bertindak dan sebagainya. Dalam Bahasa inggris prinsip di sebut principle yang
berarti a truth or belive that is accepted as a base for reasoning or action
yang artinya kebenaran atau keyakinan yang diterima sebagai dasar penalaran
atau Tindakan
Ada
beberapa prinsip pembelajaran yang telah diakui dalam pendidikan.
Prinsip-prinsip ini membantu dalam merancang lingkungan pembelajaran yang
efektif dan memastikan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang mendalam dan
berkelanjutan. Berikut adalah beberapa prinsip pembelajaran utama
1. Relevansi Materi yang diajarkan harus
relevan dengan kehidupan siswa dan pengalaman sehari-hari mereka agar mereka
dapat melihat kegunaan langsung dari apa yang mereka pelajari.
2.Aktivitas Melibatkan siswa secara aktif
dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan seperti diskusi,
proyek, dan eksperimen, bukan hanya pendekatan pasif seperti kuliah atau
penugasan membaca
3. Keterlibatan Mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan memotivasi mereka dan menciptakan lingkungan yang mendukung keterlibatan aktif serta partisipasi mereka dalam proses pembelajaran.
4. Pembelajaran Kolaboratif Mendorong kolaborasi di antara siswa untuk bekerja sama, berbagi ide, dan belajar satu sama lain, karena kolaborasi memperkaya pemahaman dan mempromosikan keterampilan sosial
5. Pengalaman Pembelajaran yang Berarti Menciptakan pengalaman pembelajaran yang berarti dengan mengaitkan materi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan pengalaman hidup siswa.
6. Beragamnya Gaya PembelajaranMengakui bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dan merancang pengalaman pembelajaran yang memenuhi berbagai gaya pembelajaran.
7. Kesesuaian dengan Tahap PerkembanganMemahami tahap perkembangan siswa dan menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
8. Umpan Balik yang KonstruktifMemberikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada siswa untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta untuk memperbaiki kinerja mereka.
9. Keterkaitan Antar MateriMembangun hubungan antara konsep-konsep yang berbeda untuk membantu siswa memahami hubungan antara topik-topik yang diajarkan.
10. Refleksi Mendorong siswa untuk merefleksikan pemahaman mereka, memikirkan bagaimana mereka belajar, dan bagaimana mereka dapat meningkatkan proses belajar mereka di masa depan.
Menerapkan prinsip-prinsip ini dalam lingkungan pembelajaran dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan menginspirasi siswa untuk belajar secara mandiri dan berkelanjutan.
Sedangkan menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan nasional menyatakan pembelajaran asalahan proses intrraksi peserta dididk dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar jadi prinsip pembelajaran adalah landasan berpikir, landasan berpijak dengan harapan tujuan pembelajaran dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah
·
Prinsip-prinsip belajar
Merujuk pada panduan atau
pedoman yang menggambarkan bagaimana individu memperoleh, memproses, menyimpan,
dan mengingat informasi. Ini membantu dalam
memahami cara-cara yang
paling efektif untuk belajar. Berikut adalah beberapa prinsip belajar utama Prinsip-prinsip belajar merujuk pada
panduan atau pedoman yang menggambarkan bagaimana individu memperoleh,
memproses, menyimpan, dan mengingat informasi. Ini membantu dalam memahami
cara-cara yang paling efektif untuk belajar. Berikut adalah beberapa prinsip
belajar utama:
1.
Motivasi
2.
Perhatian Fokus dan konsentrasi yang tepat
3.
Pemrosesan yang Mendalam
4.
Latihan dan Repetisi
5.
Penggunaan Beragam Instruksi
6.
Penggunaan Sumber Daya yang Tersedia
7.
Pengaturan Tujuan yang Jelas
8.
Umpan Balik Konstruktif
9.
Pengaturan Lingkungan Pembelajaran yang Mendukung
10.
Penggunaan Teknologi Pendidikan
Memahami
dan menerapkan prinsip-prinsip belajar ini dapat membantu individu dalam
meningkatkan efektivitas belajar mereka dan memperoleh pemahaman yang lebih
mendalam tentang materi yang dipelajari. Menurut Skinner dalam Dimyati dan
Mudjiono (2009:9), belajar merupakan suatu perilaku. Menurut Gagne dalam
Dimyati dan Mudjiono (2009:10), belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil
belajar berupa kapabilitas.
Jadi
prinsip belajar adalah petunjuk atau cara yang perlu diikuti untuk melakukan
kegiatan belajar.
A. Implikasi
Prinsip Pembelajaran
Implikasi
dari prinsip-prinsip pembelajaran merujuk pada penerapan praktis dari
konsep-konsep pembelajaran dalam konteks pengajaran dan pembelajaran. Ini
berarti menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran secara efektif dalam strategi
pengajaran untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Implikasi dari
prinsip-prinsip pembelajaran ini terutama berfokus pada bagaimana guru dapat
merancang kurikulum, metode pengajaran, dan lingkungan pembelajaran yang sesuai
untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dengan menerapkan implikasi
dari prinsip-prinsip pembelajaran, para pendidik dapat menciptakan lingkungan
pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar
mereka, memahami materi dengan lebih baik, dan mengembangkan keterampilan yang
diperlukan untuk pemecahan masalah dan pemikiran kritis. Ini berkontribusi pada
hasil pembelajaran yang lebih baik dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi
tantangan dunia nyata.
· Prinsip belajar menurut para ahli
M. Sobry Sutikno (2013:11) pengertian belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu perubahan yang baru sebagai
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
- Belajar perlu memiliki pengalaman dasar,
- Belajar harus bertujuan yang jelas dan terarah,
- Belajar memerlukan situasi yang problematis,
- Belajar harus memiliki tekad dan kemauan yang keras dan tidak mudah putus asa,
- Belajar memerlukan bimbingan, arahan, serta dorongan,
- Belajar memerlukan Latihan,
- Belajar memerlukan metode yang tepat, Belajar membutuhkan waktu dan tempat yang tepat.
Menurut atwi suparman
Prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiranFillbeck (1974), sebagai berikut :
1. Respon-respon baru (new respons) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadisebelumnya. Bila respon itu berakibat menyenangkan, pelajar (learner) akan cenderungmengulang respon tersebut karena memelihara akibat yang menyenangkan.Penerapannya dalam pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran antara lain: perlunya pemberian umpan balik positif dengansegera atas keberhasilan atau respon yang benar dari peserta didik dan sebaliknya pesertadidik harus aktif membuat respon,tidak hanya duduk diam dan mendengarkan saja.
2. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon, tetapi juga di bawah pengaruhkondisi atau tanda-tanda yang terdapat dalam lingkungan peserta didik. Penerapannya dalam pembelajaran Perlunya menyatakan tujuan pembelajaran secara jelas kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai agar siswa bersedia belajar lebih giat. Juga penggunaan metode danmedia agar dapat mendorong keaktifan siswa dalam proses belajar.
3. Perilaku yang ditimbulkan oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurangfrekuensinya bila tidak diperkuat dengan pemberian akibat yang menyenangkan. Penerapannya dalam pembelajaran Prinsip ini adalah pemberian isi pelajaran yang berguna pada peserta didik di dunia luardan memberikan umpan balik berupa imbalan dan penghargaan terhadap keberhasilansiswa. Pengajar sering memberikan siswa latihan dan tes akhir pengetahuan, keterampilandan sikap yang baru dikuasainya sering dimunculkan pula.
4. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepadasituasi lain yang terbatas pula. Penerapannya dalam pembelajaran Pemberian kegiatan belajar pada peserta didik yang sesuai dan berhubungan dengandunia nyata/kehidupan sehari-hari perlu diperkaya dengan penggunaan berbagai contoh penerapan apa yang telah dipelajarinya. Penyajian isi pembelajaran perlu menggunkanberbagai media pembelajaran seperti gambar, diagram, film, rekaman audio/video, komputer, serta berbagai metode pembelajaran seperti simulasi, dramatisasi dan lainsebagainya
5. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yangkompleks seperti pemecahan masalah. Penerapannya dalam pembelajaran Pemberian contoh secara jelas atas materi pelajaran yang diberikankepada peserta didik.6.
6. Status mental peserta didik untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian danketekunan siswa selama proses belajar Penerapannya dalam pembelajaran Pentingnya menarik perhatian peserta didik untuk mempelajari isi pelajaran,antara laindengan menunjukkan apa yang dikuasai siswa setelah selesai belajar, bagaimanamenggunakan apa yang dikuasainya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimanamenggunakan apa yang harus diikuti atau kegiatan yang harus dilakukan siswa agarmencapai tujuan pembelajaran dan sebagainya.
7. Kebutuhan memecah materi belajar yang kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil akandapat dikurangi bila materi belajar yang kompleks dapat diwujudkan dalam suatu model. Penerapannya dalam pembelajaran adalah penggunaan media dan metode pembelajaran yang dapat menggambarkan materiyang kompleks.
8. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balikuntuk penyelesaian setiap langkah akan membantu sebagian besar siswa.
Penerapannya dalam pembelajaran digunakannya bahan belajar terprogram dan analisis pengalaman belajar pesertadidik menjadi kegiatan-kegiatan kecil disertai latihan dan pemberian umpan balik.
9. Keterampilan tingkat tinggi seperti keterampilan mermecahkan masalah adalah perilakukompleks yang terbentuk dari komposisi keterampilan dasar yang lebih sederhana. Penerapannya dalam pembelajaran adalah perumusan tujuan umum pembelajaran dalam bentuk hasil belajar yang operasionalagar dapat dianalisis menjadi tujuan-tujuan yang lebih khusus.Pembelajaran yangsistematis dari yang mudah hingga ke yang sulit. Demontrasi atau model yang digunakanharus dirancang agar dapat menggambarkan dengan jelas komponen-komponen yangtermasuk dalam perilaku/keterampilan yang kompleks itu. 10.
10. Belajar cenderung menjadi cepat dan efisien serta menyenangkan bila siswa diberiinformasi bahwa ia menjadi lebih mampu dalam keterampilan memecahkan masalah. Penerapannya dalam pembelajaran Pengurutan pelajaran harus dimulai dari yang sederhana secara bertahap menujukepada yang lebih komples dan kemajuan peserta didik dalam menyelesaikan pelajaranharus diinformasikan kepadanya agar keyakinan kepada kemampuan dirinya lebih besar.
Menurut Rothwell A. B Proses belajar dipengaruhi kesiapan peserta didik.
Yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness adalah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Berkenaan dengan hal itu terdapat berbagai macam taraf kesiapan belajar untuk suatu tugas khusus. Peserta didik yang belum siap untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus asa. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
1. Prinsip Kesiapan (Readiness)
Proses belajar dipengaruhi kesiapan peserta didik. Yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness adalah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Berkenaan dengan hal itu terdapat berbagai macam taraf kesiapan belajar untuk suatu tugas khusus. Peserta didik yang belum siap untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus asa. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2. Prinsip Motivasi (Motivation)
Tujuan dalam belajar diperlukan untuk suatu proses yang terarah. Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan. Secara alami peserta didik selalu ingin tahu dan melakukan kegiatan penjajagan dalam lingkungannya. Rasa ingin tahu ini seyogyanya didorong dan bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk semua anak.
3. Prinsip Persepsi
Seseorang cenderung untuk percaya sesuai dengan bagaimana ia memahami situasi. Persepsi adalah interpretasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain. Persepsi ini mempengaruhi perilaku individu. Seseorang guru akan dapat memahami murid-muridnya lebih baik bila ia peka terhadap bagaimana cara seseorang melihat suatu
4. Prinsip Tujuan
Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh peserta didik pada saat proses belajar terjadi. Karena tujuan merupakan sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang. Sehingga keberadaannya sangat penting untuk suatu kegiatan pembelajaran.
5. Prinsip Transfer dan Retensi
Belajar dianggap bermanfaat bila seseorang dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru. Apa pun yang dipelajari dalam suatu situasi pada akhirnya akan digunakan dalam situasi yang lain. Proses tersebut dikenal dengan proses transfer, kemampuan seseorang untuk menggunakan lagi hasil belajar disebut retensi. Bahan-bahan yang dipelajari dan diserap dapat digunakan oleh peserta didik dalam situasi baru.
6. Prinsip Belajar Kognitif
Belajar kognitif melibatkan proses pengenalan dan atau penemuan. Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi merupakan aktivitas mental yang berkaitan dengan proses belajar kognitif. Proses belajar itu dapat terjadi pada berbagai tingkat kesukaran dan menuntut berbagai aktivitas mental.
7. Prinsip Belajar Afektif
Proses belajar afektif seseorang menentukan bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru. Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Dalam banyak hal pelajar mungkin tidak menyadari belajar afektif. Sesungguhnya proses belajar afektif meliputi dasar yang asli untuk dan merupakan bentuk dari sikap, emosi dorongan, minat dan sikap individu.
8. Prinsip Evaluasi
Jenis cakupan dan validitas evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya. Pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan. Penilaian individu terhadap proses belajarnya dipengaruhi oleh kebebasan untuk menilai. Evaluasi mencakup kesadaran individu mengenai penampilan, motivasi belajar dan kesiapan untuk belajar. Individu yang berinteraksi dengan yang lain pada dasarnya ia mengkaji pengalaman belajarnya dan hal ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemampuannya untuk menilai pengalamannya.
9. Prinsip Belajar Psikomotor
Prinsip belajar
psikomotor individu menentukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktivitas
ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik.
Menurut Dr. Slameto, Phd
Menurut Slameto (2010: 2)
belajar adalah proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan tingkah
laku disini dalam pengertian belajar meliputi perubahan terjadi secara sadar,
perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional, bersifat positif dan
aktif, bukan bersifat sementara, bertujuan atau terarah dan mencakup seluruh
aspek tingkah laku. Sedangkan menurut Sardiman (2007: 21) bahwa belajar
adalah sebagai rangkaian kegiatan jiwa
raga, psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur
cipta, rasa dan karsa, rannah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kemudian menurut
Aunurrahman (2010: 35) belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dari ketiga definisi belajar yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan
bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara utuh, dan merupakan hasil dari pengalamannya
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Macam-Macam Prinsip Pembelajaran Menurut Dr. Ahmad
Santoso
• Prinsip Motivasi upaya guru untuk menumbuhkan dorongan belajar,
baik dari dalam diri anak atau dari luar diri anak, sehingga anak belaiar
seoptimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
• Prinsip Latar Belakang
upaya guru dalam proses belajar mengajar memerhatikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang telah dimiliki anak agar tidak terjadi pengulangan
yang membosankan.
• Prinsip Pemusatan Perhatian usaha untuk memusatkan
perhatian anak dengan jalan mengajukan masalah yang hendak dipecahkan lebih
terarah untuk mencapai tuiuan yang hendak dicapai.
• Prinsip Keterpaduan guru dalam menyampaikan materi hendaknya mengaitkan suatu pokok bahasan dengan pokok bahasan lain, atau subpokok bahasan dengan subpokok bahasan lain agar anak mendapat gambaran keterpaduan dalam proses perolehan hasil belajar.
Prinsip Pemecahan Masalah situasi belaiar yang dihadapkan pada masalah-masalah. Hal ini dimaksudkan agar anak peka dan juga mendorong mereka untuk mencari, memilih, dan menentukan pemecahan masalah sesuai dengan kemampuannya.
• Prinsip Menemukan kegiatan menggali
potensi yang dimiliki anak untuk mencari, mengembangkan hasil perolehannya
dalam bentuk fakta dan informasi. Untuk itu, proses belajar mengajar yang
mengembangkan potensi anak tidak akan menyebabkan kebosanan
• Prinsip Belajar Sambil Bekerja kegiatan yang dilakukan berdasarkan pengalaman untuk mengembangkan dan memperoleh pengalaman baru,proses belaiar mengajar yang memberi kesempatan kepada anak untuk bekeria, berbuat sesuatu akan memupuk kepercayaan diri, gembira, dan puas karena kemampuannya tersalurkan dengan melihat basil kerjanya. Prinsip Belajar Sambil Bermain kegiatan yang dapat menimbulkan suasana menyenangkan bagi siswa dalam belajar, karena dengan bermain pengetahuan, keterampilan, sikap, dan daya fantasi anak berkembang. Suasana demikian akan mendorong anak aktif dalam belajar.
• Prinsip Perbedaan Individu upaya guru dalam proses
belaiar mengajar yang memerhatikan perbedaan individu dari tingkat kecerdasan,
sifat, dan kebiasaan atau latar belakang keluarga. Hendaknya guru tidak
memperlakukan anak seolah-olah sama semua.
• Prinsip Hubungan Sosial Kegiatan belaiar hendaknya
dilakukan secara berkelompok untuk melatih anak menciptakan suasana keria sama
dan saling menghargai satu sama lainnya.
Macam-Macam Prinsip Pembelajaran Menurut Rusman (2015)
• Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada peserta
didik apabila bahan pelajaran itu sesuai kebutuhannya, sehingga termotivasi
untuk mempelajari secara serius. Gage dan Berliner mendefinisikan motivasi
adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang.
• Prinsip Keaktifan
Pada dasarnya setiap manusia sudah memiliki keaktifan. Keaktifan dikarenakan adanya rasa ingin tahu (interna) dan pergaulan (eksternal). Jika keaktifan siswa dibatasi maka akan mengakibatkan siswa itu pasif.
Prinsip Keterlibatan Langsung/ Berpengalaman
Edgar Dale dalam Oemar Hamalik mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung.keterlibatan langsung secara fisik tidak menjamin keaktifan belajar. Untuk dapat melibatkan peserta didik secara fisik, mental, emosional dan intelektual, pendidik hendaknya merancang pembelajarannya secara sistimatis, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan karakteristik mata pelajaran.
• Prinsip Pengulangan
suatu tindakan atau perbuatan berupa latihan
berulangkali yang dilakukan peserta didik yang bertujuan untuk lebih
memantapkan hasil pembelajarannya. Thorndike mengemukakan ada tiga prinsip atau
hukum dalam belajar yaitu:
§ Law of readines
§ Law of exercise
§ Law of effect
• Prinsip Perbedaan Individual
Oemar Hamalik mengemukakan bahwa perbedaan
individu manusia, dapat dilihat dari dua sisi yakni horizontal dan vertikal.
Perbedaan horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti
tingkat kecerdasan, bakat, minat, ingatan, emosi dan sebagainya. Sedang
perbedaan vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah seperti
bentuk badan, tinggi dan besarnya badan, tenaga dan sebagainya.
Prinsip Pembelajaran Menurut Gagne (1997) dalam Ihsana
El Khuluqo (2016:22-22)
• 1. Menarik perhatian
• 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
• 3. Meningkatkan konsep yang telah dipelajari
• 4. Menyampaikan materi pelajaran
• 5. Memberi bimbingan belajar
• 6. Memperoleh kinerja siswa
• 7. Memberikan balikan
• 8. Menilai hasil belajar
• 9. Memperkuat retensi dan transfer belajar
Prinsip Perhatian dan Motivasi
Pendidik
§ Merancang
bahan ajar yang menarik
§ Mengkondisikan
proses belajar aktif
§ Menggunakan
metode dan Teknik pembelajaran yang menyenangkan
§ Mengupayakan
pemenuhan kebutuhan siswa didalam belajar (kebutuhan dihargai, tidak merasa
tertekan )
§ Meyakinkan
siswa bahwa mereka mampu mencapai suatu prestasi
§ Mengoreksi
sesegera mungkin pekerjaan siswa
§ Memberitahu nilai nilai moral dalam kehidupan nyata yang terhubungan dalam pembelajaran.
Peserta didik
Peserta didik harus membangkitkan perhatiannya kepada pesan yang dipelajarinya, demikian pula halnya dengan motivasi.
Prinsip Keaktifan
Pendidik
§ Memberi
kesempatan siswa untuk melakukan pengamatan, eksperimen
§ Memberikan
tugas individu atau kelompok
§ Memberikan
pujian verbal atau nonverbal terhadap siswa yang merespon terhadap pertanyaan
yang diajukan
§ Menggunakan
multi metode atau multimedia di dalam pembelajaran
§ Memberikan
kesempatan siswa untuk berkreativitas dalam proses pembelajaran
· Peserta
Didik
§ Mencari
sumber informasi yang dibutuhkan
§ Membuat kliping, membuat karya tulis dan lain sebagainya
Prinsip
Keterlibatan Langsung/ Berpengalaman
· Pendidikan
§ Mengaktifkan
peran individual/ kelompok kecil didalam penyelesaian tugas
§ Menggunakan
media secara langsung dan melibatkan siswa untuk mencoba
§ Memberikan
tugas-tugas praktek
· Peserta
didik
§ mencari
ayat-ayat makiyah dan madaniyah
§ membuat laporan dari hasil survey dan sebagainya.
Prinsip
Pengulangan
·
Pendidik
§ Memilah
pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan
§ Merancang
kegiatan pengulangan
§ Mengembangkan
soal latihan
§ Mengimplementasikan
kegitan pengulangan yang bervariasi
·
Peserta Didik
kesadaran mereka untuk
bersedia mengerjakan latihan-latihan secara berulang untuk memecahkan masalah
Prinsip Tantangan
· Pendidik
§ Merancang
dan mengelola kegiatan eksperimen
§ Memebri
tugas-tugas pemecahan masalah kepada siswa
§ Mendorong
siswa untuk membuat kesimpulan pada setiap sesi pembelajaran
§ Mengembangkan
bahan-bahan pembelajaran yang menarik
§ Merancang
dan mengelola kegiatan diskusi
·
Peserta
Didik
§ Melakukan
kegiatan eksperimen
§ Melaksanakan
tugas mandiri atau berusaha memecahkan masalah.
Prinsip
Perbedaan Individu
· Pendidik
§ memilih
metode pembelajaran dengan memperhatikan karakterisik dan perbedaan individu
§ Mengendalikan
dan mengubah sikap negative peserta didik dalam belajarke arah perilaku yang
mendukung belajar
§ Merancang
pemanfaatan media dengan memperhatikan tipe-tipe belajar setiap peserta didik
· Peserta
Didik
§ Menentukan
tempat duduk dikelas
§ Menyusun
jadwal belajar
